
Burung besi bernama pesawat
terbang memang bukan barang aneh lagi di zaman modern ini. Ternyata, perjalanan
sejarah pesawat terbang dari pertaman kali dibuat hingga tercipta pesawat
terbang masa kini dengan segala kecanggihannya telah cukup panjang yaitu 100
tahun. Sejarah itu dimulai ketika seabad silam Orville Wrigh berhasil
menerbangkan sebuah pesawat kecil di North Carolina, Amerika Serikat. Namun,
penerbangan itu Cuma berlangsung selama 12 menit. Walau hanya sebentar ini
merupakan penerbangan pertama dengan pesawat terbang bermotor. Selain itu,
penerbangan perdana ini juga merupakan moment penting yang membuka jalan menuju
era penerbangan modern. Walau bentuknya masih sangat sederhana, pesawat ini
merupakan buah pemikiran mendalam dengan serangkaian uji coba yang dilakukan
selama tiga tahun. Pesawat dengan empat sayap ini juga merupakan buah dari
kecintaan Orville dan saudaranya Wilbur Wright pada segala hal yang terbang di
udara. Salah satu benda ’terbang’ yang mereka sukai adalah layang-layang. Tak
heran, saat masih anak-anak Wright bersaudara banyak menghabiskan waktunya
dengan bermain layang-layang. Ketika beranjak remaja, mereka mulai gemar
mengamati burung. Mereka melihat, burung menjaga keseimbangan dengan cara
memutar-mutarkan ujung sayapnya. Karena itu, Orville dan Wilbur sengaja
mendesain sayap pesawat mereka agak bengkok. Dengan cara ini, pesawat mereka
bisa belok. Pada tahun 1902, desain pesawat mereka makin sempurna. Percobaan
demi percobaan pun dilakukan. Akhirnya, pada pagi hari 17 Desember 1903,
pesawat mereka yang dilengkapi motor sederhana dapat mengudara. Sebelum Wright
bersaudara, sebenarnya ada beberapa orang yang telah berusaha menciptakan
pesawat terbang. Tapi hasil upaya mereka tidak secemerlang Wright bersaudara.
Pada akhir tahun 1840-an misalnya, Sir George Cayley dari Inggris membuat
pesawat terbang layang yang bisa mengangkut satu orang ketika mengudara setelah
ditarik. Kemudian pada tahun 1890-an, seorang warga Jerman, Otto Lilienthal
mengudara dengan pesawat. Lebih dari 2.000 kali, Lilienthal
menerbangkan pesawatnya dari puncak bukit. Tapi akhirnya, ia mengalami
kecelakaan dan tewas setelah gantolenya mendadak ’mogok’ di udara.